A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/read.php

Line Number: 268

KOMPAS Entertainment - Slankers Siap Mati Bela Slank
Slankers Siap Mati Bela Slank
Rabu, 9/4/2008
PERSDA/BIAN HARNANSA
Personel grup band SLANK, Kaka, Abdi, Bimbim, Rido dan Ivan berada di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (24/3). Mereka datang ke KPK untuk memberikan dukungan kepada KPK dalam usaha pemberantasan korupsi di Indonesia. Slank juga menyumbangkan sebuah album berjudul Anti Korupsi untuk KPK.
Artikel Terkait:
  • Slank: Masyarakat Enggak Bodoh..
  • Slank: Kami Cuma Nyanyikan Gosip Jalanan..

Niat BK DPR menempuh langkah hukum terhadap Slank, ditanggapi kelompok penggemar grup band tersebut. Para Slankers (julukan fans Slank) siap bergerak membela grup band pujaannya, jika DPR terus mempersoalkan lirik lagu Slank yang dinilai melecehkan wakil rakyat.    

Tak hanya Slankers, Oi (komunitas penggemar Iwan Fals) dan Baladewa (fans grup band Dewa 19) juga akan berdiri di belakang Slank untuk menghadapi upaya pemberangusan terhadap kreativitas seni.
    
"Apa yang disampaikan DPR sudah berlebihan, wong lirik lagu saja diributkan. Sikap seperti itu jangan-jangan malah menunjukkan bahwa mereka sebenarnya seperti yang disebutkan dalam lirik lagu," ujar Ariska, salah seorang Slankiss (panggilan Slankers Surabaya).

Ia menambahkan apa yang disampaikan Slank melalui lagu-lagunya merupakan sebuah bentuk kreativitas seniman. "Indonesia kan negara demokrasi," tegas Ariska, Selasa (8/4).
    
Menurut Ariska, meski saat ini para Slankiss memilih mengamati perkembangan, mereka akan bergerak jika manajemen Slank Surabaya membuat kesepakatan. "Bagi kami Slank itu sudah mendarah daging, lihat saja nanti," tambah Slankiss yang berstatus mahasiswa.
    
Sementara itu, salah satu dedengkot Slank Fans Club Surabaya, Ida, menyatakan  para Slankiss memberi dukungan moral penuh krpada Slank. "Sakitnya Slank, sakitnya kami juga," tegas Slankers yang disebut
sebagai `bunda'-nya Slankiss itu.  

Meski demikian, ia menegaskan pada dasarnya Slankers tidak pernah tertarik dengan hal berbau politik. Mereka berusaha berdiri di atas semua golongan, berdasarkan falsafah Slankisme yang mereka anut.

"Saya yakin Slanker Indo akan datang untuk mendampingi presiden rock n' roll. Jangankan disuruh demo, kalo beliau menyuruh anarkis pasti Slankers mau, tapi moga-moga aja tidak. Hanya Slanker yang tahu jiwa Slank," tambah Ida. Yang dimaksud dengan presiden rock n`roll itu Ialah BimBim, penggebuk drum dan juga pencipta lagu Slank.

Dukungan bagi Slank tidak datang hanya dari para Slankers. Beberapa kelompok fans lain seperti Oi dan Baladewa juga memberi apresiasi.
 
"Jalur hukum sebenarnya nggak perlu untuk hal-hal yang sifatnya mengungkapkan pendapat. Kalau tersinggung dengan lagu sebaiknya ngaca diri dulu," ujar Rangga, anggota Oi (Orang Indonesia/fans Iwan Fals) Surabaya.
    
Menurutnya, lagu merupakan ekspresi, ungkapan emosi dan bisa saja mengutarakan kondisi apa adanya. Sebagai pecinta Iwan Fals yang notabene juga dikenal sebagai musisi vokal, anggota Oi dari kawasan Medokan Semampir itu tidak menolak jika nanti harus mendukung langsung Slank atau para Slankers.
    
Bagi Adriano Rachmanda, anggota Baladewa (Fans Dewa 19) Surabaya aksi penuntutan hukum bagi musisi karena karyanya sebenarnya bisa dihindari. Menurutnya mencari solusi secara kekeluargaan sebenarnya bisa menjadi jalan terbaik daripada langsung menempuh langkah hukum. (Warta Kota)

      
AAA
Posting Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
POLLING
Banyaknya Selebritas Muda terjun ke dunia politik mengundang kontroversi. Sebut saja diantaranya, Saipul Jamil, Primus Yustisio, Wulan Guritno, Rachael Mariam. Sebagian pihak menilainya ini adalah akal-akalan partai untuk mendongkrak popularitas dan suara jelang pemilu. Sebagian lagi menilai sudah sepantasnya. Menurut Anda?
Pantas
Tidak Pantas