LOS ANGELES, RABU - Aparat Los Angeles semakin pusing akibat hubungan antara paparazzi dengan para selebriti. Timbul perdebatan apakah perlu memberikan perlindungan khusus pada para pesohor itu ataukah cukup mengatur kelakuan mereka dengan hukum yang ada saja.
Namun sebaliknya anggota Dewan Kota Los Angeles, Dennis Zine, mengusulkan diadakan 'zona aman pribadi' agar paparazzi bisa diatur. Menurut Zine, zona aman pribadi itu bisa berjarak minimal beberapa kaki dari sosok yang diburu.Zine mengatakan peraturan yang ada sekarang berbiaya mahal. Ia mengungkapkan, untuk mengawal Spears dari rumahnya ke klinik psikiatris tengah malam, polisi mengeluarkan dana 25.000 dolar atau sekitar Rp 230 juta.
Waktu itu polisi memasang perintang jalan dan mengerahkan pengawalan lusinan motor besar dan mobil patroli untuk mencegah paparazzi mendokumentasikan peristiwa itu. Bulan itu dua kali Spears dilarikan ke rumah sakit.
Namun pengawalan itu justru mendorong manuver paparazzi lebih hebat lagi, mereka menggunakan helikopter. Dengan cara itu mereka malah mendapatkan rekaman gambar yang sangat panjang. Menurut Zine yang mantan polisi itu, paparazzi Los Angeles semakin agresif dan kelakuannya membahayakan para bintang Hollywood maupun anggota masyarakat lainnya.
Artis seperti Britney Spears dan Paris Hilton dikuntit selama 24 jam setiap hari. Tak jarang penguntitan itu berubah menjadi kejar mengejar karena si artis kabur, tak mau dipotret. Jumlah penguntit sekarang bisa mencapai 300-400 orang, padahal dulu hanya sekitar 25 orang.
Namun bagi komandan polisi Los Angeles, William Bratton, peraturan tentang menyeberang seenak perut, kebut-kebutan atau melakukan penyerangan sudah cukup untuk meredam aksi para fotografer, seperti yang mereka lakukan terhadap Britney Spears selama 24 jam.
Bratton mempertanyakan alasan penggolongan antara pesohor dan paparazzi dalam rancangan aturan itu. Ia juga menganggap aturan itu akan membuat polisi Los Angeles tampak berpihak pada para artis. "Lalu, apakah masyarakat umum juga akan mendapatkan perlindungan yang sama?" tanya Bratton.
Aturan itu, kata Bratton, kalau jadi dilakukan, maka akan menciptakan ambiguitas dan tidak bisa dilaksanakan.
Zine menilai komentar Bratton itu terlalu terburu-buru dan ia akan berjuang untuk mengegolkan usulannya. "Apa jadinya kalau Britney masuk rumah sakit lagi. Apakah kita perlu mengeluarkan 25.000 dolar lagi dan mengirimkan banyak polisi ke sana, padahal jumlahnya sangat terbatas?" kata Zine.(Ant)