Ahmad Albar di Ujung Tanduk, Fachry dan Camelia Siap-siap
Jumat, 20/6/2008
Video
Achmad Albar Pasrah Dituntut 1 Tahun Penjara/ Seleb TV
Artikel Terkait:
  • Fachri Albar "Diusir" Dari Ruang Sidang ..
  • Kokain di Rumah Ahmad Albar Tak Bertuan..
  • Ahmad Albar Diserahkan ke Kejari Depok..

Laporan Wartawan Kompas.com: Eko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, JUMAT - Penyanyi rock Indonesia legendaris, Ahmad Albar, yang kini mendekam dalam tahanan karena dugaan kasus narkoba, akan segera menghadapi sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, pada 25 Juni 2008 mendatang.

Menghadapi sidang "pamungkas,"   keluarga rocker gaek itu mengaku telah siap mengadapinya. Selain putranya, Fachry Albar, yang sempat ikut terseret kasus itu namun kemudian bebas dari sangkaan, adik tiri Ahmad Albar, Camelia Malik sama-sama menyatakan siap menerima putusan pengadilan dan memberikan dukungan kepada kakaknya.

"Saya mendukung apa pun putusan pengadilan tapi tetap mendukung sikap ayah," kata Fachry ketika ditemui wartawan di sela-sela acara peluncuran Entry Indonesia Directory Book di Kafe Pisa Menteng Jakarta, Jumat (20/6).

Sebagaimana banyak diberitakan media, pentolan grup musik rock Godbless yang akrab disapa Iyek ini ditangkap di rumahnya di Cinere, Depok, pada 26 November 2007 karena dugaan kasus narkoba. Polisi menemukan sebutir ekstasi di kamar mandinya, selain juga menangkap Jenny Chandra, seorang buronan kasus 490 ribu butir ekstasi yang sebelumnya digrebeg di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Hasil tes urin Iyek juga menunjukkan kandungan zat psikotropika. Putranya, Fachry Albar, sempat menjadi buronan polisi atas tuduhan kepemilikan 0,3 gram kokain, meski hasil tes menujukkan negatif. Fachry yang menyerah pada 30 November 2007 itu pun kemudian bebas dari tuntutan.

Selanjutnya setelah pledoinya ditolak Jaksa Penuntun Umum (JPU) PN Depok beberapa waktu lalu, Budi Hartawan Panjaitan, pejabat JPU, bersikukuh bahwa Iyek sebagai terdakwa harus dihukum 12 bulan penjara seperti tuntutan semula.

Sama dengan Fachry Albar, adik tiri Ahmad Albar, Camelia Malik, yang mengaku sangat menyayangi dan mengagumi kakak tirinya itu mengatakan bahwa keluarga akan menerima putusan pengadilan. Namun ia berharap kakaknya mendapat keringanan dan kemudahan menjalani prosesnya.

Menurut pedangdut terkenal itu, Iyek telah menerima tuntutan 12 bulan penjara meskipun dengan berat hati karena yakin dirinya tak bersalah. Dikatakan pula bahwa Iyek tak mau banyak berbicara lagi di depan hakim karena tak mengerti hukum.

"Abang sendiri telah menerima. Ini mungkin kesalahan yang harus ditebus meski dia merasa yakin nggak bersalah Tapi apa boleh buat, keputusan tetap harus diterima. Ya selama ini Iyek menerima dan nggak mengeluh. Tapi Iyek udah nggak mau lagi bicara di persidangan," katanya.

Camelia mengaku bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk memberikan dukungan kepada sang abang. Dukungan itu diberikan selain sebagai adik juga karena ia mengagumi kakaknya, terutama sebagai orang panggung.

"Saya kagum Iyek terutama saat dia di stage.  Tapi saya juga yakin dia itu jujur. Kalau dia terpeleset atau dianggap salah saya berharap kelak dia bisa cerita," katanya.

Bagi Camelia, menceritakan pengalamannya  selama menjalani persidangan dan ditahan itu penting agar orang bisa belajar. Sebab pengalaman itu merupakan pengalaman pahit. Jangan sampai orang lain mengalaminya.

"Berurusan dengan hukum itu pahit banget. Pada waktu seperti ini saya harus sanggup menjadi temannya. Dia memang butuh dukungan," katanya. 

      
AAA
Posting Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
POLLING
Banyaknya Selebritas Muda terjun ke dunia politik mengundang kontroversi. Sebut saja diantaranya, Saipul Jamil, Primus Yustisio, Wulan Guritno, Rachael Mariam. Sebagian pihak menilainya ini adalah akal-akalan partai untuk mendongkrak popularitas dan suara jelang pemilu. Sebagian lagi menilai sudah sepantasnya. Menurut Anda?
Pantas
Tidak Pantas