Setahun melewatkan Ramadhan tanpa mengeluarkan album religi, kini Armand Maulana, Gusti Erhandy atau Hendy, Thomas Ramdhan, dan I Dewa Gede Budjana kembali menunjukkan eksistensi GIGI dalam lagu-lagu bernapas Islami lewat album religi keempat mereka yang berjudul Jalan Kebenaran.
Album yang judulnya diambil dari salah satu lagu di dalamnya, Jalan Kebenaran, ini memuat delapan lagu baru karya para personel GIGI dengan semua lirik ditulis oleh Armand. Inilah yang membedakan album religi terbaru ini dengan album-album religi sebelumnya dari GIGI. Untuk album-album terdahulu, mereka mengaransemen ulang lagu-lagu milik para pencipta lain.
Album religi mereka yang keempat ini sekaligus menjadi album pertama GIGI sesudah mengakhiri 10 tahun kontrak kerja sama dengan Sony BMG Music Entertainment Indonesia. Walaupun peredarannya masih dititipkan kepada Sony BMG, album ini diproduksi oleh Pos Entertainment, rumah produksi bidang entertainment yang mengelola GIGI.
Untuk track pembuka, GIGI menempatkan lagu Pemimpin Budiman, yang liriknya seperti curahan hati seorang anak bangsa yang menginginkan seorang pemimpin yang budiman, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kata-kata yang ditulis Armand pada lagu itu terkesan lebih bersifat kritik sosial. Tapi, jika kita menikmati lebih dalam lagu tersebut, dapat ditarik benang merah dengan lagu Jalan Kebenaran yang menjadi judul album.
Ini menunjukkan bahwa kreativitas Armand dalam mencipta lirik religi tidak hanya terkotakkan pada syair-syair bermakna perenungan diri, penghambaan, dan keagungan Tuhan. Coba saja buktikan dengan menyimak lirik lagu-lagu lain dalam album ini, yaitu Gerbang CintaMu, Rinduku CintaMu, Yang Tak Terpikirkan I, Dosa Ini, KaruniaMu, Yang Tak Terpikirkan II, serta Jalan Kebenaran.
Dari aransemen musik dalam album ini tidak terdengar perbedaan antara lagu religi dengan lagu "biasa" GIGI. Dua-duanya masih tetap berada di jalur pop-rock. Hal ini disebabkan oleh keyakinan Armand, Dewa, Hendy, dan Thomas, bahwa lagu religi tidak harus melankolis dan mendayu-dayu. Asalkan keluar dari dalam hati, lagu jenis apapun akan bisa diterima dan dinikmati.
Musik GIGI memang ngerock, tapi tidak semua lagu mereka keras. Dari segi penulisan lirikpun Armand berhasil merangkai kata-kata yang menggugah, terutama dalam lagu Yang Tak Terpikirkan II, yang dicipta Armand dengan inspirasi dari pengalamannya terjatuh dari panggung dan kakinya tergelincir. Bayangkan bila kita dilahirkan tanpa tangan, bayangkan bila kita dilahirkan tanpa kaki, bayangkan bila kita dilahirkan tanpa mata, bayangkan bila kita dilahirkan tanpa hati... (IFA)