Aku dan Tuhanku: Dari Melayu hingga NgerockSelasa, 2/9/2008 ![]() KOMPAS ENTERTAINMENT/REPRO ![]() Aku dan Tuhanku adalah title yang digunakan Ungu untuk sampul album religi ketiga mereka ini. Tiga kata itu dijadikan tanda oleh mereka bahwa kelima lagu yang terdapat di dalam album ini--Dengan NafasMu, Hidup Hanya Sementara, Syukur (Alhamdulillah), CahayaMu, dan Doa yang Terlupakan-- menceritaka perjalanan manusia untuk mendapat ridho dan ampunan Tuhan. Dengan NafasMu merupakan lagu jagoan yang dipilih Pasha, Onci, Enda, Makki, dan Rowman. Itu pilihan cerdas, karena aransemen bercita rasa Melayu yang mengiringi lirik yang ditulis Endaeasy listening dan familiar bagi telinga para pendengar Indonesia atau bahkan negara-negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam. Jadi,double platinum yang didapat Ungu dari dua hari pertama penjualan album ini sangatlah masuk akal. Begitu juga dengan lagu Hidup Hanya Sementara, karya Pasha, yang mengingatkan kita kepada lagu-lagu milik ST 12, yang sangat kental dengan musik Melayu. Mungkin itu merupakan salah satu strategi Ungu untuk dapat bersaing dengan musisi lain yang marak mengeluarkan album religi menjelang bulan Ramadhan. Bahkan, saking kental dengan unsur Melayu, lagu ini akan sangat mudah diadaptasi ke lagu dangdut. Tapi, untungnya, Ungu tidak terjebak dengan aransemen-aransemen musik berbau Melayu yang memang lebih menjual di pasar musik Indonesia, sehingga album religi ini lepas dari kesan asal keluar dan yang penting laku, walaupun dikerjakan hanya dalam waktu sebulan. Dengan lagu CahayaMu, yang dicipta Onci, dan lagu Doa yang Terlupakan, karya Enda, Ungu memberi atmosfir lain dalam album ini dengan permainan gitar Onci yang amat nge-rock. Tampaknya Ungu ingin memberi alternatif kepada pendengar album-album religi mereka, mengingat dua album terdahulu diwarnai marawis, shalawat, dan talbiyah. Secara keseluruhan, mendengarkan lima lagu Ungu dalam album Aku dan Tuhanku ini kita tidak akan menjadi bosan. Dimulai dengan lagu beraroma Melayu dan dilanjutkan dengan lagu nge-rock, album ini akan menghadirkan harmoni yang unik. Lima lagu baru Ungu dalam album ini dilengkapi dengan versi karaoke untuk lima lagu itu. Tapi, pada sampul album yang memuat lirik kelima lagu tersebut, ada sejumlah lirik yang tak tercetak atau salah ketik. Di antaranya, dari lirik lagu CahayaMu hilang satu bait yang berbunyi, Atas izin Mu ku terlahir, Atas kuasa Mu ku berdiri, Iringilah setiap langkaku, ya Allah. (IFA)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
Jakarta Tonite
Dibaca 902 kali | 0 Komentar
|