ASI Tak Keluar, Lyra Virna StresJumat, 5/9/2008 ![]() KOMPAS ENTERTAINMENT/RAWDHATUL IFADAH Lyra Virna dan bayi perempuannya ![]() JAKARTA, JUMAT - Pesinteron Lyra Virna mengaku dibuat stres, lantaran tiga hari setelah kelahiran anak keduanya, Queisha Nahla Bachmid, ASI (Air Susu Ibu)-nya tak keluar juga. "Saya sempat stres. ASInya baru keluar di hari ketiga," lanjut Lyra ditemani suaminya, Erick Scada, saat ditemui di RS Medistra, Jakarta, Jumat (5/8). Untunglah, saat ini, semuanya hal tersebut bisa teratasi. Lyra pun bertekad akan memberikan ASI eksklusif kepada anaknya dan rela meninggalkan karirnya di dunia entertaintmen untuk sementara ini. "Saat ini buat saya yang terpenting adalah anak-anak. Semoga mereka menjadi anak yang berbakti," ujarnya. Bagi Lyra proses persalinan anak keduanya kali ini, benar-benar membutuhkan perjuangan ekstra. Ia harus menahan rasa mulas yang luar biasa selama beberapa hari menjelang proses persalinan. Diungkapkan Lyra, itu lantaran ia harus menunggu kedatangan dokter kandungannya yang sedang berada di Amerika Serikat. "Jadi terpaksa harus menunggu dokternya balik," ujar Lyra. Padahal, berdasarkan perkiraan dokter, dirinya akan melahirkan tanggal 28 Agustus. Dalam masa penantian selama enam hari itulah, Lyra harus menahan mulas di perutnya. Kondisi tersebut, membuat Erick tidak tega melihat kondisi sang istri. "Saya sempat berpikir untuk mencari dokter lain saja. Tapi, karena ini memang sudah rencana Allah, anak kedua kami akhirnya lahir dihari yang sama dengan kakaknya, yaitu hari kedua di bulan Ramadhan," tambah Erick. Lyra melahirkan bayi perempuan dengan berat 3 kg dan panjang 47 cm pada hari Selasa (2/9) siang, pukul 11.20 di RS Medistra, Jakarta, melalui bedah caesar. Bayi tersebut merupakan anak kedua Lyra dan Erick, yang sebelumnya dikaruniai seorang putra bernama Qouizal Mirosavir Ali Bachmid. "Karena jarak melahirkan anak kedua dengan pertama terbilang dekat, jadi saya harus operasi (caesar) lagi. Rasanya yang ini jauh lebih berat. Dua hari setelah melahirkan saya masih belum sepenuhnya sadar lantaran obat bius yang diberikan," ujarnya. (C-03)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
Jakarta Tonite
Dibaca 869 kali | 0 Komentar
|