Gitar yang Dibakar Jimi Hendrix Laku 280.000 PoundJumat, 5/9/2008 ![]() GETTY IMAGES/PETER MACDIARMID Gitar Fender Stratocaster (1965) yang dibakar oleh (mendiang) Jimi Hendrix pada 1967. ![]() LONDON, JUMAT - Gitar pertama yang dibakar di panggung oleh (mendiang) Jimi Hendrix pada 1967 telah terjual 280.000 poundsterling dalam lelang memorabilia rock bernama It's More Than Rock di Idea Generation Gallery, London (Inggris), yang diselenggarakan oleh The Fame Bureau, Kamis (4/9). Gitar Fender Stratocaster (1965) itu--yang dibakar oleh Hendrix di akhir pertunjukan di Astoria, Finsbury Park, London utara, pada tahun tersebut--dibeli oleh seorang kolektor bernama Daniel Boucher dari Boston, Massachusetts (AS). "Ini sesuatu yang ingin saya miliki," kata Boucher kepada BBC sesudah penjualan itu. "Saya memutuskan saya akan pergi jauh untuk mendapatkannya," lanjutnya. Alat musik itu diselamatkan oleh petugas properti panggung Hendrix dan disimpan oleh juru bicara Hendrix, Tony Garland, di garasi orangtuanya. Tahun lalu, gitar tersebut ditemukan kembali di garasi oleh keponakan Garland. Bekas-bekas terbakar masih ada pada gitar tersebut. "Ini cuma satu-satunya," kata Boucher lagi, yang menggambarkan Hendrix sebagai "orang yang unik" yang "mengubah permainan". Dalam lelang itu dijual pula kontrak manajemen pertama The Beatles. Ditandatangi pada 1962 oleh empat personel grup tersebut dan manajer mereka, Brian Epstein, dokumen empat lembar itu laku 240.000 poundsterling. Yang juga terjual dalam lelang itu adalah catatan lirik dan puisi yang pernah dimiliki oleh vokalis The Doors, Jim Morrison (58.000 poundsterling) dan gitar yang pernah dimiliki oleh Elvis Presley (26.000 poundsterling). Tapi, tidak semua benda yang dilelang berhasil terjual sesuai harga yang diharapkan. Contohnya, arsip audio dari produser musik legendaris Joe Meek, yang terdiri dari hampir 2.000 gulung pita master, tak mencapai harga yang diharapkan, 300.000 poundsterling. "Lelang itu memiliki pameran terbesar dari barang-barang artis yang telah kita lihat selama 15 tahun," kata Ted Owen, Managing Director The Fame Bureau. (bbc.co.uk/ATI)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
Jakarta Tonite
Dibaca 825 kali | 0 Komentar
|